Cirebon, Inspira Talk – Pemangku adat dan masyarakat sekitar menggelar tradisi jemasan benda pusaka untuk memperingati malam 1 suro atau 1 Muharam 1447 Hijriah di situs Balong Tuk Pangeran Mancur Jaya, berlokasi di Jl. Cideng Jaya No.365, Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pada Kamis Malam, (26/6/2025)
Bagi masyarakat Jawa, Malam 1 Suro merupakan salah satu momen sakral yang sarat akan tradisi. Malam 1 Suro juga menjadi momen pergantian tahun dalam kalender Hijriyah.
Untuk memperingati Malam 1 Suro, masyarakat Cirebon memiliki sejumlah tradisi yang berkembang sejak lama dan diwariskan pada setiap generasi hingga sekarang.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pangeran Raja Moh Nusantara Pejabat Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama atau tawashulan yang dipanjatkan untuk para leluhur serta penyebar agama Islam di tanah Jawa.
Salah satu prosesi penting dalam acara ini adalah menjamas atau mencuci pusaka seperti keris dan tombak. Ritual ini bertujuan menjaga kebersihan fisik dan spiritual pusaka agar tidak rusak oleh usia, sekaligus menghormati nilai-nilai sejarah yang melekat padanya.
“Kegiatan ini merupakan bentuk melestarikan adat istiadat, serta bertujuan menjaga dan merawat peninggalan yang berupa pusaka-pusaka bersejarah,” Ujar Raden Teja Mancur Jaya, selaku juru kunci situs Balong Keramat Tuk Pangeran Mancur Jaya Cirebon.
Kesakralan malam 1 Suro semakin terasa dengan dibacakan seni Macapat yang merupakan bentuk puisi tradisional Jawa yang dilagukan dengan irama tertentu dan penuh makna filosofis, kerap digunakan sebagai media dakwah, petuah moral, dan pelestarian nilai budaya.
Acara ini menjadi bukti bahwa spiritualitas, budaya, dan kearifan lokal masih hidup di tengah masyarakat Cirebon, serta menjadi pengingat bahwa menjaga tradisi adalah bagian dari merawat identitas bangsa. (JS)