Dana Makan Bergizi Gratis (MBG): Apakah Lebih Baik Dialihkan ke Pendidikan Gratis?

Jakarta, Inspira Talk – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diluncurkan pada Januari 2025 dengan tujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan mengurangi angka stunting di Indonesia. Namun, beberapa pihak mempertanyakan efektivitas program ini dan mengusulkan agar dana MBG dialihkan ke pendidikan gratis.

Alokasi Dana MBG

Dana MBG tahun 2026 mencapai Rp335 triliun, atau sekitar 44% dari total anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun. Dana ini akan digunakan untuk membiayai makan bergizi gratis bagi 82,9 juta siswa dan santri.

Kritik terhadap Program MBG

Beberapa kritik terhadap program MBG adalah:

  • Efektivitas yang dipertanyakan: Beberapa pihak mempertanyakan efektivitas program MBG dalam meningkatkan gizi anak-anak sekolah.
  • Biaya yang besar: Dana MBG yang besar dapat membebani anggaran negara dan mengurangi alokasi dana untuk sektor lain.
  • Distribusi yang tidak merata: Program MBG dapat tidak merata dalam distribusinya, sehingga beberapa daerah tidak menerima manfaat yang sama.

Alternatif: Pendidikan Gratis

Beberapa pihak mengusulkan agar dana MBG dialihkan ke pendidikan gratis, dengan alasan:

  • Meningkatkan akses pendidikan: Pendidikan gratis dapat meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
  • Meningkatkan kualitas pendidikan: Pendidikan gratis dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengurangi beban biaya bagi siswa dan orang tua.
  • Meningkatkan ekonomi: Pendidikan gratis dapat meningkatkan ekonomi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dana MBG dapat dialihkan ke pendidikan gratis, namun perlu dipertimbangkan secara matang dan berdasarkan data yang akurat. Pendidikan gratis dapat meningkatkan akses pendidikan dan kualitas pendidikan, namun perlu diiringi dengan peningkatan kualitas guru dan infrastruktur pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *