Haul Gus Dur Cirebon ke-16: Merawat Pluralitas dan Demokrasi Partisipatif

Cirebon, Inspira Talk – Haul ke-16 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur digelar di Bale Gamelan Cirebon, dihadiri oleh puluhan peserta dari beragam latar belakang. Acara ini mengusung tema “Dari Rakyat untuk Rakyat, dan oleh Rakyat”, menjadi ruang refleksi atas nilai-nilai demokrasi, kemanusiaan, dan kebhinekaan yang diperjuangkan Gus Dur.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Haul Gus Dur Cirebon, Noer Fahmiatul Ilmiah, menyampaikan bahwa tema ini sejalan dengan nilai budaya Cirebon yang menjunjung andap ashor (rendah hati) dan welas asih (kasih sayang).

“Cirebon adalah titik temu berbagai suku dan budaya. Akulturasi ini membuat Cirebon relatif aman dan damai. Inilah semangat pluralitas yang harus terus dirawat,” ujarnya.

Acara Haul Gus Dur dimeriahkan oleh pertunjukan teater Simpul Jiwa, pagelaran musik, dan pembacaan puisi. Hadir pula Darma Suryapranata, sahabat Gus Dur, yang menegaskan bahwa Indonesia bukan milik satu golongan, satu ras, atau satu partai.

“Indonesia adalah milik rakyat. Dibangun oleh rakyat yang beragam, bukan oleh satu identitas tunggal,” tegasnya.

Kiai Marzuki Wahid, pengisi Orasi Kebudayaan, menyoroti kondisi demokrasi Indonesia yang kian tergerus. “Demokrasi kita semakin menjauh dari rakyat. Padahal, kebijakan penguasa kepada rakyat seharusnya berdasarkan pada kemaslahatan bersama,” tegasnya.

Haul ke-16 Gus Dur menjadi momentum untuk kembali merawat semangat pluralitas dan demokrasi partisipatif, nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur dan terus hidup sebagai pengingat bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman, kemanusiaan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *